Apakah Perlu Motor Listrik Bersuara ?

Kendaraan listrik di Indonesia diyakini akan menjadi pasar gres di masa mendatang. Seiring dengan tren global yang sedang berkembang. Namun kita tidak ingin berbicara ihwal motor listrik dari segi tren dan kapan akan masuk ke Indonesia, melainkan ihwal kecepatan dan bunyi dari si kendaraan yang hanya perlu di cas ibarat smartphone.

Kecepatan dari motor listrik sangat cepat alasannya mempunyai tenaga yang besar dan tidak adanya bunyi tentu akan menyebabkan ancaman di masyarakat sekitar nantinya. Dengan tenaga yang besar otomatis ada dorongan untuk pengendara untuk berakselerasi di jalan, kan? terkait dengan hal ini, Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri, Brigjeln Pol Chryshnanda Dwilaksono mengatakan, apabila batas kecepatan dan juga bunyi dari kendaraan listrik harus diperhatikan demi keamanan dan keselamatan.

“Saat membahas keselamatan maupun kelancaran maka kecepatan kembali menjadi basis fatwa untuk mengatasi perlambatan maupun pencegahan untuk menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan dan meningkatkan kualitas keselamatan,” ujar Chryshnanda dilansir dari Kompas.

Menurutnya hal yang harus terpenuhi dalam pengoprasian kendaraan listrik yaitu ihwal kesenyapan kendaraan listrik, yang mana menjadi duduk perkara gres di jalan. Bisa saja ada pejalan kaki yang tertabrak oleh kendaraan listrik alasannya tidak mendengar ada kendaraan di sekitarnya.

Karena sangat senyap jadi tidak safety, apalagi untuk pejalan kaki tidak terdengar ada kendaraan datang. Maka dari itu, ada hukum regulasi yang dikeluarkan juga oleh PBB, di mana ada bunyi minimalnya,” kata dia