Janji Rumah Untuk Peraih Medali Asian Games Tak Terlaksana Sampai Kini

Berjuang dengan menjadi jagoan pada pameran olahraga terbesar se-Asia telah dilakukan, namun akad pemerintah soal rumah belum ada yang terealisasikan. Terkait hal ini bung, Deputi III Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta pun tak membantah dan berkilah.

Sampai dikala ini, belum ada peraih medali emas Asian Games 2018 yang sanggup (rumah). Masih komunikasi,” ujar Raden Isnanta dilansir dari Suara.com

Sulitnya pengadaan tanah untuk atlet menjadi faktor utama kenapa rumah belum ada yang terealisasi. Seharusnya rumah akan dibangun oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia atau KemenPUPR. Raden pun menjelaskan kalau rumah yang dibangun tak boleh dari tanah pribadi.

Mekanisme bonus rumah untuk peraih medali emas Asian Games (2018) itu yang membangun yakni KemenPUPR. Akan tetapi, tanah harus disediakan oleh pemerintah, entah Pemerintah Daerah (Pemerintah Daerah) dan Pemrov (Pemerintah Provinsi), tak boleh rumah atau tanah pribadi,” kata Raden Isnanta.

Kemenpora disebut-sebut terus berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait. Seperti Pemprov dan Pemerintah Daerah biar bisa mengibahkan sebidang tanah. Minimal 90 m untuk para atlet peraih medali. Selain itu, mereka juga tengah berkomunikasi untuk mendata para atlet yang meraih medali emas alasannya banyak atlet yang KTP dan daerah tinggal berbeda. Ketika ditanya kapan kira-kira ini diwujudkan, Raden tak berani berspekulasi namun ia berharap secepatnya.

Saya tak bisa targetkan. Akan tetapi prinsipnya KemenPUPR, lebih cepat lebih baik,” ungkapnya lagi.

Baru dua dari tiga bonus yang dijanjikan pemerintah yang gres diwujudkan yakni uang tunai dan jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Terkait bonus rumah, para peraih medali emas di cabang angkat besi dan pencak silat yakni Eko Yuli Irawan dan Hanifan Yudani Kusumah, masih menunggu akad pemerintah.