Jenazah Ditolak Warga, Pemakaman Non Muslim Menjadi Penantian Keluarga

Jenazah non-muslim menerima penolakan saat dikubur di area pemakaman muslim di Mojokerto. Sejumlah warga Desa Ngares Kidl bermusyawarah kepada pihak keluarga biar mayit dipindahkan ke lokasi lain. Sebelumnya mayit sempat dimakamkan di daerah tersebut meskipun ada beberapa penolakan. Tetapi sesudah bernegosiasi melibatkan pihak keluarga, pegawapemerintah desa dan muspika akibatnya jenzah sanggup dimakamkan.

Saat sempat dimakamkan terdapat beberapa syarat yang pantang dilanggar oleh keluarga. Seperti tidak ada ritual ala Katolik dan tidak bolah ada salib di makam. Keluarga pun mengiyakan alasannya yaitu tidak ada pilihan lain alasannya yaitu mayit segera dimakaman. Namun sesudah prosesi pemakaman sudah berjalan dua hari. Gelombang penolakan kembali terjadi yang beredar dari sebuah surat warga. Dengan alasan, kuburan umat Islam dilarang dicampur dengan agama lain.

Tanah itu tanah wakaf untuk orang Muslim, itu yang menjadi alasan penolakan. Warga yang menolak, tahu itu makamnya untuk Muslim,” ujar Imam dilansir CNNIndonesia.com