Penganut Pedoman Dogma Atau Penghayat Mendapat Ktp Khusus Dari Pemerintah Kota Bandung

Pemerintah Kota Bandung menerbitkan KTP atau Kartu Tanda Penduduk untuk para penganut anutan kerpercayaan atau penghayat. Di dalam KTP tidak tertulis kolom agama, melainkan kepercayaan. Bagi Bonie Nugraha Permana, salah satu penghayat ini tidak terlalu istimewa bagi mereka alasannya yaitu prosedurnya menyerupai pembuatan KTP biasa.

Ini tidak istimewa bagi kami, prosedurnya menyerupai pembuatan KTP biasa,” kata Bonie yang menjadi Ketua Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Kota Bandung.

Bonie sendiri mengambil KTP gres tersebut dengan total tiga lembar. Untuk istri dan anaknya. Selain mereka, ada juga keluarga penghayat lain yang mendapatkan KTP serupa. Sehingga total jumlahnya enam KTP bagi warga penghayat. MLKI sendiri berdasarkan Bonie yaitu organisasi massa penganut keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa atau penghayat. Seperti Perjalanan, Budi Daya, dan Akur. KTP berkolom status keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa menjadi gerakan sosial bagi kalangan penghayat untuk menegaskan identitasnya.

Popong Warliati Nuraeni Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bandung menyampaikan penerbitan KPT bagi para penghayat bukanlah sesuatu yang luar biasa. Sejak keluar putusan Mahkamah Konstitusi, sistem pencatatan dan KTP Berubah.  Bahkan popong menyampaikan itu haknya warga.

Itu haknya warga, penduduk, negara hadir membantu mereka” kata Popong dilansir dari Tempo.

Status agam di KTP sebelumnya berdasarkan enam jenis agama ditambah lain-lain sebagai pilihan ke tujuh yang biasanya dikosongkan atau ditandai garis strip. Pilihan para penghayat yaitu dikosongkan atau dituliskan salah satu agama. Namun para penganut keyakinan atau penghayat sanggup mencantumkan anutan keyakinan di kolom agama dalam KTP semenjak keluar keputusan Mahkamah Konstitusi nomor 97/PUU-XIV/2016.